7 Keistimewaan Wanita Tarim Bidadari Bumi Yang Terpelihara

24 July 2022 - Kategori Blog

7 Keistimewaan Wanita Tarim

7 Keistimewaan Wanita Tarim

7 Keistimewaan Wanita Tarim Bidadari Bumi Yang Terpelihara. Wanita Tarim mendapat julukan bidadari bumi yang terpelihara. Mereka di didik dalam jalur Sayyidatuna Fathimah Az-Zahra, putri Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Tarim adalah sebuah kota yang letaknya di Hadramaut, Yaman. Kota Tarim memiliki jarak sekitar 640 Km dari kota San’a, ibukota Yaman.

Tarim mendapatkan julukan sebagai kota seribu para wali karena dari kota Tarim banyak lahir para waliyullah dan ulama-ulama keturunan Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Lalu bagaimanakan fakta, ciri ciri, sifat, kepribadian, kebiasaan, akhlak, cerita dan keistimewaan wanita Tarim?

Wanita tarim sudah terbiasa sejak kecil dibesarkan dlm lingkungan beragama. Orang tua mereka mendidik untuk membaca Al Qur’an sedari kecil. Selain itu, hidup mereka juga selalu di kondisikan untuk  hadir di majelis ilmu. Sehingga dengan demikian akhlak mereka terdidik dengan mulia dan pergaulanya juga selalu terjaga. Seperti itulah keadaan mereka di besarkan.

Pembicaraan mereka juga hanya seputar majelis – majelis ilmu, Al-Qur’an, adab, dan akhlak.

Mereka hidu tidak pernah punya idola selain Sayyidah Fatimah RA.

Wanita Tarim tidak pernah melihat laki laki asing selain ayah mereka atau saudara laki laki saja. Mereka dibesarkan di lingkungan yang tidak mengenal musik dan tidak kenal wajah orang fasiq.

Aurat mereka sangat terjaga. Bagi mereka setelah mencapai umur baligh, tempat mereka adalah di dalam rumah. Semua sudah mengenakan niqab.

Foto wanita tarim

Di Tarim akan sulit ditemukan wanita yang memperlihatkan wajahnya di tempat ramai saat mereka bekerja di ladang atau  menggembala kambing di bukit.

Meskipun jauh dari pandangan laki laki, mereka tetap menutup tubuhnya dengan pakaian syar’I dan berniqab atau berpurdah hitam.

Wanita Tarim Hadramaut dapat bertahan walaupun di dalam keadaan panas teriknya matahari dengan tetap istiqomah memakai pakaian syar’I dan niqab, karena bagi mereka panasnya api neraka lebih di takutkan daripada panasnya matahari di bumi.

Dan  para wanita di Tarim hanya keluar apabila ada keperluan saja. Apabila mereka pergi ke pasar atau ke warung, mereka selalu ditemani mahram. Atau biasanya mereka akan keluar secara bergerombolan, tidak pernah seorang diri, selalu beberapa orang.

Apabila tiba saatnya untuk menikah, maka wanita Tarim akan dinikahkan pada pasangan yang sesuai pilihan keluarga, tanpa ada bantahan.

 

Akhlak dan Kebiasaan Wanita Tarim Ketika Sudah Menikah

Wanita Tarim tidak pernah menyusahkan suami mereka. Begitu juga dengan para suaminya, tidak menyusahkan isteri mereka.

Apabila kehabisan bahan kebutuhan pokok seperti beras susu, dsb kehabisan. Mereka tidak langsung memberitahu suami karena takut mungkin si suami tidak mempunyai uang atau sedang sibuk, maka apa yg mereka lakukan adalah dgn meletakkan bungkusan2 kosong pada tempat yg mudah dilihat oleh suaminya. Dan juga, keadaan ini tidak pula membuat para isteri untuk segera keluar membeli ke pasar karena hal tersebut adalah tugas suami.

Jadi aktifitas seperti membeli keperluan dapur seperti beras, sayur, bumbu, susu, dan lain lain, serta kebutuhan membeli baju ataupun barang keperluan wanita sudah di lakukan oleh suami.

Para istri selalu menjadikan kamar tidur mereka harum dan wangi. Mereka menghiasnya dengan hiasan yang Nampak indah sehingga apabila suaminya pulang, kamar sudah bersih, rapih, indah dan berbau harum.

Pakaian suami juga sudah pasti bersih, rapi, dan wangi. Demikian juga kamar mandi juga bersih dan wangi.

Bau yang harum akan mampu membangkitkan suasana yang Bahagia,  tenang dan romantic, sehingga bisa lebih menambahkan kasih sayang.

Istri juga tidak pernah meninggikan suara kepada suami. Mereka hampir tidak pernah marah atau memperlihatkan rasa cemburu.

Apabila mereka merasa jengkel akan suatu hal, mereka akan menangis dan mengadu pada suaminya dengan nada yang lirih.

Demikian juga dengan para suami di kota Tarim. Mereka hampir tidak pernah marah kepada istri, apalagi sampai menyakiti seperti menghina dan merendahkan.

Apabila suami merasa jengkel atas sesuatu masalah, mereka akan menuliskanya dalam bentuk sepucuk surat kepada isteri saat mereka akan pergi atau tidur. Istri akan menjawab surat dri suami tadi, demikian seterusnya suami juga akan menjawab surat dari istri sampai akhirnya mereka berdua akan saling memaafkan.

gambar wanita tarim hadramaut

Jadi, keistimewaan dan kemuliaan wanita Tarim dapat disimpulkan sebagai berikut :

  • Sangat taat kepada Allah dan memiliki rasa malu pada Allah, Menjaga lisan dan perbuatan dengan baik.
  • Selalu berdzikir, doa, bersholawat di setiap keadaan.
  • Sederhana, tidak berlebihan dalam menyikapi dunia.
  • Menutup aurat sesuai syariat, dengan sempurna.
  • Menjaga pandangan dari yang bukan mahram.
  • Ketika marah mereka berdoa yang terbaik.
  • Menikah dengan mahar yang mudah, tidak memberatkan pihak laki laki.

 

Lantas, apakah amalan wanita Tarim dimana kebanyakan mereka sangat jarang keluar untuk bekerja, akan tetapi senantiasa menjadikan asbab datangnya Rezeki?

Inilah amalan mereka :

  • Membaca Surah Thaha sebelum mereka tidur. Dibaca setiap malam.
  • Membaca Surah Al-Waqi’ah setelah Sholat Asar.
  • Beristighfar 100 kali di waktu pagi dan 100 kali di waktu petang.
  • Rajin tahajud.
  • Rajin sedekah.

Kebiasaan kebiasaan ini rupanya yang merupakan rahasia kenapa Tarim menjadi kota suci yang melahirkan ribuan wali.

Dalam sebuah kisah salah satu ulama besar asal Tarim yaitu Habib Umar bin Hafidz, beliau mengisahkan bahwa banyak anak kecil disana, yang belum tumbuh kumisnya sudah bisa menjadi seorang wali.

Menurut penuturan Habib Umar, para wanita Tarim mendidik mendidik anak-anak mereka dengan dzikir dan sholawat sejak kecil. Ketika hamil, mereka banyak dzikir dan sholawat. Ketika menyusui mereka berdzikir dan bersholawat. Saat menggendong anak, mereka berdzikir dan bersholawat. Saat memasak, mereka juga dzikir dan sholawat.

Jadi tidak heran jika putra-putra mereka menjadi para Auliya’ dan Ulama.

 

Suasana kota Tarim dapat dilihat dalam video berikut ini:

https://youtube.com/shorts/56Nn1qS-N0k?feature=share

 

Ada lagi sebuah kisah yang sangat menyentuh dari seorang wanita Tarim yang jenazahnya tersenyum Ketika dimandikan.

Jenazah wanita tersebut dimandikan oleh wanita sholehah. Wanita itu lalu meminta kepada Allah agar ditunjukkan apa keistimewaan mayat itu sampai tersenyum ketika dimandikan.

Pada malam harinya, wanita yang memandikan itu mimpi bertemu dengan orang yang jenazahnya tersenyum ketika dia mandikan.

Wanita itu lalu bertanya kepada si mayat, “Amalan khusus apa yang selalu kamu kerjakan sehingga kamu tersenyum ketika dimandikan?”

Si mayat menjawab:
“Bagaimana aku tidak tersenyum, sedangkan semua ibadahku, sholatku, sedekahku, semuanya diterima Allah karena satu hal ini. Apa itu? Banyak sedekah.

“Saya ini orang yang miskin, tidak memiliki apa-apa. Setiap pagi saya menyapu halaman rumah. Ada seorang yang lewat selalu saya kasih makanan yang saya punya. Saat tidak ada yang lewat, dan ada seekor kambing lewat, maka makanan itu saya berikan kepada kambing tersebut. Ketika saya meninggal, subhanallah, semua amal ibadah saya diterima Allah gara-gara makanan yang saya beri kepada Kambing.”

 

Kota yang mulia, dengan penduduk penduknya yang juga akhlaknya mulia. Sudah sangat sulit ditemukan di jaman sekarang, kehidupan yang menjalankan sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad SAW dengan kaffah. Akan tetapi hal tersebut masih sangat mudah ditemukan di kota Tarim.

Sungguh terpeliharalah mereka dari sembarang fitnah.

 

Sharing kisah kisah muslim dan belajar bisnis untuk muslimah, gabung GRATIS ke grup telegram Husna Hijab ini yuk:

Grup telegram belajar bisnis muslimah

 

, , , , , , , , , , , , , ,

 
CHAT KAMI